Lampung Province

Tanggal 18 Maret 1964 merupakan haril lahirnya Provinsi Lampung. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 1964 (kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964), Keresidenan Lampung yang sebelumnya merupakan bagian Provinsi Sumatera Selatan menjadi provinsi sendiri.

Lambang Lampung terdiri dari gambar (1) padi dan lada, merupakan hasil bumi yang banyak terdapat di Lampung, (2)Laduk dan payan, senjata tradisional masyarakat Lampung, (3) Gong, merupakan simbol demokrasi, (4)Siger, sebagai lambang keagungan budaya dan (5) Payung, simbol tempat masyarakat berlindung. Selain gambar, terdapat juga tulisan Sang Bumi Ruwai Jurai, yang berarti rumah tangga yang agung bahagia pada dua golongan masyarakat (ruwai dan jurai) yang terdapat pada masyarakat asli yang memiliki dua jurai atau adat yaitu Saibatin dan Pepadun

Secara geografis, letak Provinsi Lampung berada antara 3 ⁰ 45′- 6 ⁰ 45′ Lintang Selatan dan 103 ⁰ 40 ‘ – 105 ⁰ 40’ Bujur Timur. Wilayahnya meliputi areal daratan dan perairan dengan total luas 51.991 Km2, diarah tenggara ujung pulau Sumatera . Luas daratan (termasuk pulau-pulau) dalah 35.288,35 km2 sedangkan luas perairan 16.702,65 km2 dengan panjang garis pantai sekitar 1.105 km.

Batas -batas wilayah Lampung antara lain; Sebelah Utara (Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu), Sebelah Selatan (Selat Sunda), Sebelah Timur (Laut Jawa) dan Sebelah Barat (Samudra Hindia).

Ibukota Provinsi Lampung adalah kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung merupakan gabungan dari 2 (dua) kota, yaitu Tanjungkarang dan Telukbetung

Secara administratif wilayah Lampung terdiri dari 13 kabupaten, 2 kota, 162 kecamatan, 2.072 desa/kelurahan 15 Kabupaten dan Kota yang terdapat di Provinsi Lampung, yaitu; (1)Kota Bandar Lampung, (2)Kota Metro, (3)Kabupaten Lampung Barat, (4)Kabupaten Tanggamus, (5)Kabupaten Lampung Selatan, (6) Kabupaten Lampung Timur, (7)Kabupaten Lampung Utara, (8)Kabupaten Lampung Tengah, (9)Kabupaten Way Kanan, (10)Kabupaten Tulang Bawang, (11)Kabupaten Pesawaran, (12)Kabupaten Pringsewu, (13)Kabupaten Mesuji, (14)Kabupaten Tulang Bawang Barat dan (15)Kabupaten Pesisir Barat – Krui

Penduduk Lampung terdiri dari berbagai macam suku. Suku asli Lampung dan para pendatang, antara lain dari suku Jawa, Bali, Batak, Minangkabau dan lainnya. Banyak juga penduduk yang merupakan keturunan dari para transmigran yang datang dari luar Lampung. Mereka lahir, besar dan berkeluarga di Lampung.

Potensi sumber daya alam di Provinsi Lampung sangat beragam. Sumber daya alam  sangat prospektif dan dapat diandalkan, antara lain; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan hingga kehutanan.

Pintu masuk ke Lampung dapat melalui jalan darat, udara maupun laut. Jalan darat biasanya dipakai oleh orang yang berasal dari Pulau Sumatera, terutama dari wilayah yang berdekatan seperti Padang, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan.

Letak Lampung yang berada di ujung, menjadikannya sebagai salah satu pintu masuk Pulau Sumatera. Ada 2 (dua) pelabuhan utama di Lampung, yaitu Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni. Pelabuhan Panjang menjadi pintu masuk orang dan barang dari Pulau Jawa. Sedangkan ,Pelabuhan Panjang lebih kepada bongkar muat barang, termasuk barang dari/ke luar negeri.

Pintu masuk udara adalah Bandara Radin Inten II. Bandara ini merupakan bandara utama yang juga melayani penerbangan internasional. Selain Radin Inten II, adalagi bandara kecil di daerah antara lain Bandara Perintis M. Taufik Kiemas di Krui, Kabupaten Pesisir Barat dan Lapangan terbang AURI Astra Ksetra di Menggala juga Pangkalan Udara Gatot Subroto di Way Kanan. (fou)