Site icon Travel2Lampung

Pondok Sate Rodiyah Sudah Ada Sejak 1982

Kuliner Lampung #Pondok Sate Rodiyah Sudah Ada Sejak 1982

Foto: Travel2Lampung

Perkembangan usaha kuliner beberapa tahun belakangan ini sangatlah pesat. Hampir setiap saat muncul nama/merek baru, terutama yang mengusung konsep kekinian. Namun, masih ada beberapa kuliner legendaris yang masih sanggup berdiri dan bertahan. Salah satunya adalah Pondok Sate Rodiyah.

Berdiri sejak 1982, Pondok Sate Rodiyah tetap eksis hingga kini. Bahkan, racikan bumbu yang menjadi ciri khasnya semakin banyak digandrungi oleh warga Lampung, khususnya Bandarjaya dan sekitarnya.

Tempat makan ini berada di tempat yang strategis, yaitu di Jl. Manggis, depan praktek dr. Wiwik, Bandarjaya Barat. Dekat sekali dengan Masjid Agung Istiqlal.

Pelanggan yang sering datang ke sana cukup banyak. Di setiap dinding terdapat banner dan gambarnya. Kalangan pejabat hingga warga biasa, semua dipajang sebagai wallpaper.

“Awal buka dulu tahun 1982 masih ngemper di pinggiran Pasar Bandarjaya. Terus, lama kelamaan karena banyak pelanggan, dan kebetulan ada yang jual tempat di dalam, jadi kita ambil. Dari satu tempat, terus sampe empat tempat, gitu,” kata Ibu Rodiyah saat disambangi Travel2Lampung, Sabtu (13/03).

Wanita yang akrab disapa Bude Rodiyah ini menyampaikan, saat ini usahanya telah ada di 3 tempat. Bandarjaya sebagai pusatnya, kemudian di Yukum Jaya, serta di daerah Sukabumi, Bandar Lampung.

Selain menu utama sate dan tongseng, Pondok Sate Rodiyah juga menyediakan gule ayam, gule kambing, tengkleng, soto betawi, ayam bakar, nila goreng, dan masih ada lagi yang lain.

Pondok Sate Rodiyah melayani pemesanan untuk hajatan seperti aqiqah, nasi kotak dan pemesanan menu lain dengan kapasitas jumlah yang banyak. Pemesanan dapat dilakukan dengan langsung datang atau via WA melalui nomor 0853-8425-1525.

Di masa pandemi, Rodiyah menyampaikan bahwa usahanya tidak terlalu terdampak. Masih banyak pengunjung yang datang, baik untuk dibawa pulang ataupun makan di tempat.

“Harapan ke depan, ya semoga tetap bisa bertahan lagi. Untuk kemudian bermanfaat bagi anak dan cucu, gitu. Dan kalau bisa, dapat tempat yang agak luas lagi untuk lahan parkirnya. Karena di sini kebetulan di pinggir jalan, jadi kalau ramai yang datang, agak sulit untuk parkir kendaraan, gitu,” kata Rodiyah di akhir wawancara.(Rid/E1)

Exit mobile version