GUBERNUR Arinal Djunaidi memimpin Rapat Percepatan Pembangunan Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT) Mesuji, di Mahan Agung, Selasa (2/8).
Gubernur menjelaskan, BBAT Mesuji ini merupakan Balai Benih Ikan Air Tawar kelima se-Indonesia. Gubernur juga mengungkapkan, melalui Pembangunan BBAT ini, Kabupaten Mesuji akan menjadi sentra perikanan di Provinsi Lampung.
“Saya butuh balai ini untuk solusi benih ikan yang mudah didapat, murah dibayar dan bagus harganya. Saya sangat mendambakan Balai ini, Mesuji akan menjadi Kabupaten Perikanan,” kata Gubernur Arinal.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni menjelaskan bahwa pembangunan BBAT yang diinisiasi oleh Gubernur Arinal tersebut berlokasi di Desa Bukoposo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Luas lahan yang dipakai ialah 47.669 m² untuk pengembangan ikan endemik Lampung (Jalabat, Belida, dan Baung).
Lokasi pembangunan BBAT tersebut strategis, karena hanya berjarak 5 Km dari pintu tol Way Serdang dan telah tersedia jalan produksi yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Terkait sumber daya air, berasal dari Embung Way Bukoposo.
Sementara itu, Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nono Hartanto menjelaskan, kehadiran KKP di rapat kali ini untuk menggali terkait masalah lahan lokasi pembangunan BBAT.
Nono Hartanto meminta agar proses penyelesaian masalah hibah lahan oleh Pemerintah Daerah segera dirampungkan. Mulai dari proses ganti rugi, sertifikasi, sampai kepada lahan tersebut masuk sebagai Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Mesuji untuk kemudian dihibahkan kepada KKP.
Selain itu, dengan selesainya proses hibah lahan, proses awal pembangunan BBAT Mesuji (Feasibility Study dan Masterplan) dapat dilaksanakan di tahun 2022 ini. Sementara DED dan Proses awal Pembangunan Infrastruktur BBAT dapat dilakukan di tahun 2023.
“KKP bisa membangun itu, bila pembangunan berada di tanahnya KKP. Itu sebagai syarat agar kita bisa mengeksekusi anggaran,” terang Nono Hartanto.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu yang terhubung secara daring menyatakan, pada prinsipnya KKP siap mendukung Pembangunan BBAT Mesuji. Terkait hibah lahan pembangunan, Haeru Rahayu meminta agar segera bisa diselesaikan dan tidak bermasalah di kemudian hari.(*ls/Lam/Ded)






