UNTUK meningkatkan kualitas anggota dalam menjalankan profesi wartawan, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bandar Lampung menggelar pelatihan Fotografi Jurnalistik, di Sekretariat SMSI Kota Bandar Lampung, Sabtu (4/2).
Tema yang diangkat ialah “Hasilkan Foto Jurnalistik Apik Dengan Ponsel” dengan pemateri dari Agence France-Presse (AFP) Perdiansyah yang juga merupakan Ketua Bidang Humas SMSI Bandar Lampung.
Dalam pelatihan tersebut, Perdiansyah mengatakan bahwa jurnalistik foto merupakan bentuk khusus jurnalisme mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan bahan berita untuk publikasi atau siaran yang menciptakan gambar untuk menceritakan kisah berita.
“Foto jurnalistik lazim pula menjadi berita tersendiri yang disebut berita foto, dengan caption atau keterangan foto yang ringkas. Nah, ini menjadi bentuk khusus jurnalisme yang mengunakan gambar untuk menceritakan sebuah peristiwa,” ujarnya.
Dikatakan Perdi, karakteristik foto jurnalistik identik dengan nilai berita atau news value, yaitu aktual, gambar peristiwa terbaru, faktual, asli atau benar terjadi, bukan rekayasa, penting, menarik, dan berhubungan dengan berita yang disampaikan.
Sedangkan, untuk kategorinya, antara lain foto-foto tentang orang atau tokoh dalam suatu berita, foto human interest atau kehidupan sehari-hari, serta portrait, yakni yang menampilkan wajah close up seperti foto KTP, foto profile Facebook.
“Foto-foto tersebut tidak bisa menampilkan gambaran cerita yang dibutuhkan dengan kaidah 5W1H. Sehingga dengan adanya caption, itu penyempurnaan dari foto jurnalistik,” ucap Perdiansyah.
Menurutnya, produk foto jurnalistik bisa saja diprotret mengunakan kamera. Namun, tidak semua kategori dapat dipenuhi. Seperti foto sport, foto liputan malam, dan foto yang jaraknya jauh.
“Momen tersebut ini tidak ada kemungkinan bisa dihasilkan dengan baik oleh produk kamera ponsel. Itu merupakan bagian kelemahan foto mengunakan ponsel,” ungkapnya.
Namun, Perdi menyebutkan, ada kelebihan dari kamera ponsel, yakni lebih cepat dalam melaporkan, lebih praktis, dan bisa langsung di posting dalam media online.
“Sekarang banyak teman-teman fotografi mengunakan ponsel, karena memang kemampuan kameranya sudah sangat bagus saat ini. Namun hasilnya tetap tidak dapat menyaingi kamera,” paparnya.(*Sms/Ded)






