SUDAH hampir 4,5 tahun Abdul Rahman menjalani usahanya berupa pembibitan dan budidaya kakao. Kebunnya yang cukup luas, terletak di Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. Di sana, ia menanam kakao sambung dan lokal.
Saat ditemui Travel2Lampung pertengahan Maret lalu, Abdul Rahman menjelaskan cara membuat bibit kakau dan cara proses kakao sambung samping.
“Untuk cara menanam bibit kakau ini, yang pertama, biji kakao yang sudah tua ditanam di polybag terlebih dahulu. Tunggu sekitar 4 bulan. Setelah itu, barulah diadakan penyambungan,” ujarnya.
Sementara itu, proses sambung samping di lahan dilakukan pada pohon kakau lokal yang sudah berumur 25 tahun. Ranting-rantingnya dipangkas sekitar 80 persen kemudian dipupuk. Sekitar 1,5 bulan, barulah dilakukan penyambungan dengan cara menyayat batang entres dan dimasukkan ke kulit batang.
Menurut Abdul Rahman, menanam dan memelihara bibit kakao sambung ini lebih mudah daripada yang lokal. Proses penyemprotan, pemangkasan dan panen akan lebih mudah karena pohonnya lebih pendek dibandingkan kakau lokal. Selain itu, kakao sambung sudah bisa menghasilkan buah sekitar kurang lebih 1 atau 2 tahun kedepan.
Buah kakao yang sudah matang akan berwarna merah atau kuning. Setelah bijinya dikeluarkan dari buah, selanjutnya dijemur. Biji kakao yang sudah kering ini lah akan dijual.
Selain menghasilkan biji kokao itu sendiri, Abdul Rahman juga menyediakan bibit. Pembelinya berasal dari Lampung bahkan yada ang dari Bali.
“Untuk pemesanan, bisa langsung menghubungi melalui WA 081224912177. Lokasi di Desa Pakuan Aji, Sukadana, Lampung Timur. Kami siap antar dimanapun,” tutupnya.(Cho/Ded)
—
Silahkan baca artikel menarik lainnya:
- JV AdSense: Maksimalkan Pendapatan Blog Anda Bersama LiburAsik Network
- Relokasi Kapal di Cabang Ambon, ASDP Optimalkan Layanan dan Konektivitas
- SMSI Lampung Raih Anugerah Be Strong dari Unila






