PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara zikir dan doa kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8). Acara ini juga digelar untuk mengawali rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Alhamdulillahirabbilalamin kita patut bersyukur pada malam hari ini bisa memperingati bulan kemerdekaan, memperingati 77 tahun Indonesia merdeka,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangannya, Selasa (2/8).
Dalam tausiahnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa untuk memanjatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada bangsa Indonesia, utamanya nikmat kemerdekaan.
“Ketika kita berada dalam kegelapan penjajahan, Allah memberikan sinar kepada dengan kemerdekaan. Ini juga ada kaitannya dengan perjuangan. Para pejuang bangsa untuk merebut kemerdekaan. Allah memang akan memberikan apabila kita ada usaha, ada kerja,” ujar Wapres.
Acara zikir kebangsaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Abdullah Sengkang. Setelah itu, KH Musthofa Aqil Siradj selaku Ketua Penyelenggara membacakan laporannya yang menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 kemerdekaan RI tahun ini dilaksanakan dalam waktu yang luar biasa. Selain sebagai pemegang Presidensi G20, Indonesia juga termasuk berhasil menangani pandemi covid-19 yang telah berlangsung selama 2 tahun.
Ia juga menilai bahwa saat ini pemerintah terus menggandeng semua masyarakat bersinergi bersama untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi di semua sektor dan siap bangkit menghadapi berbagai tantangan yang ada, termasuk tantangan global. Karena itu, menurutnya, tepat sekali jika peringatan ke-77 kemerdekaan RI tahun ini mengangkat tema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.
“Melalui zikir dan doa bersama, semoga segala upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi dan sebagai tuan rumah G20 berjalan dengan lancar, manfaat, dan diridai Allah SWT,” ujar KH Musthofa Aqil Siradj.
Zikir kebangsaan dipimpin KH Miftachul Akhyar. Sementara itu, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memimpin doa kebangsaan dengan didampingi lima tokoh lintas agama.
Acara zikir dan doa kebangsaan ini turut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, para tokoh lintas agama, ulama-ulama, hingga sejumlah santri dari Majelis Dzikir Hubbul Wathon sebanyak sekitar 500 orang.(*ls/Jur/Set/Ded)






