Home Info Selalu Ada Pengalaman Baru di Pasar Yosomulyo Pelangi
Info

Selalu Ada Pengalaman Baru di Pasar Yosomulyo Pelangi

Sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2018 menjadi awal dibukanya Pasar Yosomulyo Pelangi atau yang kerap disapa pengunjung dengan sebutan Payungi. Payungi menjadi salah satu ruang kreatif yang berada di Provinsi Lampung, tepatnya di gang sempit Jalan Kedondong, RW 7 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Disini menyuguhkan berbagai macam kuliner tradisional, permainan tradisional, dan berbagai wahana ramah anak.

Berbeda dengan ruang kreatif lainnya, Payungi senantiasa memberikan pengalaman baru kepada setiap pengunjung yang datang. Pasalnya, pasar yang dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang ini, setiap minggunya menyuhkan tema dan hal-hal baru. Seperti adanya peringatan hari Kartini, lomba mewarnai dan burung berkicau, pameran motor dan mobil klasik, serta pembagian doorprize kepada para pengunjung. Selain itu, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai macam gambar mural di dinding-dinding rumah warga yang bisa dijadikan sebagai spot swafoto.

Baca juga:  Wujudkan Pernikahan Impian Bersama BBC Hotel

Payungi sangat khas dengan kudapan tradisional khas Jawa seperti gudheg, gethuk, cendol, tiwul, dan cenil. Setidaknya ada sekitar 40 lebih pedagang dengan bermacam-macam kulinernya akan memanjakan dan memberikan pengalaman baru kepada lidah setiap pengunjung. Disamping itu, bagi keluarga yang berkunjung ke sini bersama anak-anak, bisa menikmati wahana permainan tradisional seperti egrang dan engklak. Terdapat juga wahana ramah anak, dimana anak-anak bisa bermain bersama berbagai jenis hewan, memancing ikan dan mewarnai gambar.

Tas Delivery

Pasar yang telah mencatatkan omset lebih dari 2,5 Milyar ini juga memberikan fasilitas kepada pengunjung yang ingin bermain bersama kelinci di Taman Kelinci Payungi. Selain itu juga, terdapat wahana Flying Fox yang akan memicu adrenalin setiap pengunjung yang mencobanya. Hanya dengan biaya 5 ribu rupiah untuk tiket masuk, pengunjung bisa menikmati wahana-wahana tersebut.

Baca juga:  Ardiyanto, Pegiat Literasi Motor Perahu Pustaka di Lampung Selatan

Bila datang ke Payungi, jangan lupa untuk membawa oleh-oleh khas pasar ini. Pasalnya, di sini juga menjual berbagai marchandise seperti kaos payungi, gantungan kunci, mug payungi, peci khas lampung, dan aneka marchandise lainnya. Terdapat juga pojok buku, dimana pengunjung bisa membaca banyak buku. Kemudian, ada juga pojok organik yang menjual berbagai macam sayuran organik, beras merah, dan madu Trigona/Lanceng yang dibudidayakan oleh warga setempat.

Saat ini, Payungi telah berkembang tidak hanya sebagai ruang kreatif, namun juga sebagai ruang edukatif. Sebagai ruang edukatif Payungi memiliki wadah pendidikan alaternatif bernama Payungi University. Di sini terdapat sekolah desa, sekolah media, sekolah organik, dan sekolah wirausaha. Dharma Setyawan sebagai penggagas Payungi ingin ke depan Pasar ini memiliki ruangan meeting room dan menjadi pusat riset yang menghasilkan banyak karya. Sedangkan, Ahmad Tsauban selaku ketua pasar secara konsisten telah mendidik para pedagang Payungi melalui pesantren wirausaha yang diadakan setiap hari Rabu malam dengan harapan transfer pengetahuan kepada para pedagang terus berjalan.

Baca juga:  Dapur Bintang: 7 Manfaat Ikan Nila

Meskipun Pandemi COVID-19 sementara waktu menutup aktivitas Payungi, para pedagang dengan kreatif tetap menerima pesanan kuliner dari warga. Disamping itu, mereka juga di dorong untuk giat menanam sayuran dan tanaman obat-obatan di lahan pekarang rumah agar kebutuhan pangan dapat dicukupi dengan baik. (Mustika Edi-Penggerak Payungi)

Kabin Bagasi Koper Tas Travel Polo

Author

admintravel2lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

-Untuk kerjasama promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner, sponsored article, dan penayangan banner, silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com-