Pasar Yosomulyo Pelangi atau sering disebut Payungi sudah berdiri hampir 3 tahun. Letaknya berada di Jalan Kedondong, Yosomulyo, Kota Metro. Pasar ini buka setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 pagi sampai 11.00 siang.
Aneka ragam makanan dijual di pasar kuliner tradisional ini. Beberapa di antaranya menarik banyak perhatian, seperti gudeg, ikan bakar, nasi mangut, dan nasi urap. Ada juga cemilannya, seperti getuk, kelepon dan macam-macam jajanan tradisonal lainnya. Selain makanan, pengunjung juga dapat bermain flying fox dan berlatih panahan.
“Pasar Payungi sendiri berdiri sudah hampir 3 tahun. Kalau gerakan, sudah mulai bulan Mei, Juni 2018 dengan Kampung Warna warni. 28 0ktober 2018, kita me-launching Pasar Yosomulyo Pelangi,” kata Dharma Setiawan, Penggerak Payungi sedikit menjelaskan, Sabtu (15/8).
Tak hanya pasar kuliner. Melalui Payungi University, diadakan kegiatan yang berkaitan dengan edukasi masyarakat antara lain kampung bahasa, sekolah penggerak wisata, dan podcast. Di pagi hari, dari jam 07.30-09.00 pada hari Senin sampai Jum’at, anak-anak kecil mengikuti English for Children.
“Sebenarnya, Payungi University membidangi hal-hal yang trend dengan pendidikan. Edukasi yang ada di Payungi terkait bagaimana mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Dharma lagi.
Dia pun melanjutkan, Payungi bukan hanya terkait pasar saja, karena itu sudah jadi rutinitas setiap minggu. Selalu ada pengembangan baru. Seperti halnya kampung ekologi yang memiliki banyak pengembangan tanaman. Kedepannya akan ada budidaya lebah, telang, dan sayur-sayuran.
“Sebenarnya yang kami sedang kerjakan, yaitu program magang pemberdayaan masyarakat. Jadi, kami memberikan pengembangan pengetahuan kecil kami yang sedikit ini. Berbagi dengan mereka yang ingin mengembangkan kampungnya lebih kreatif. Kami melatih mereka untuk datang ke sini. Sejauh ini, antusiasnya lumayan. Banyak anak-anak muda yang sebenarnya ingin belajar banyak, terkait bagaimana supaya daerah tempat tinggal mereka itu maju,” pungkasnya.(Cho/Ded/E1)






