Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau pelaksanaan uji klinik makanan yang dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di lapak takjil Ramadhan di Jalan Sriwijaya, Enggal, Selasa 4 April 2022.
Wali Kota Eva Dwiana mengatakan, kegiatan uji klinik takjil untuk memastikan makanan amandi konsumsi masyarakat dan tidak mengandung zat pewarna Rhodamin B, Methanil yellow, borak dan formalin atau pengawet bebahaya.
“Dari 172 makanan takjil yang sudah di uji oleh BPOM di Bandar Lampung. Alhamdulillah negatif semua dari bahan berbahaya,” kata Wali Kota Eva.
Eva Dwiana menghimbau pedagang takjil atau begiat usaha ini untuk memberikan bahan makanan yang baik pada produk dagangannya, sehingga aman dikonsumsi.
“Bahan baik ini belum tentu mahal. Karena kita jualan ini jangan mau untungnya saja, tapi kualitas, rasa dan amannya juga perlu. Jangan sampai membahayakan masyarakat yang membeli takjil ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala BBPOM Bandar Lampung, Zamroni meyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di tujuh tempat, salah satunya Saburai.
“Khusus yang diperiksa di Saburai ini sebanyak 148 sampel. Hasilnya sejauh ini aman semuanya,” kata dia.
Namun kata Zamroni, sebelumnya pihaknya juga telah melakukan pengujian, sehingga total ada 172 sampel takjil yang sudah di uji di Bandar Lampung.
“Yang kita periksa yakni Boraks, Perwarna dan juga pengawetnya. Alhamdulillah sejauh ini takjil yang kita periksa aman dari bahan berbahaya tersebut,” pungkasnya.






