• Menara Siger
Home Berita Nasional, News Direktur TWC: Kawasan Borobudur Jadi Penggerak Pengembangan wilayah Joglosemar
Berita NasionalNews

Direktur TWC: Kawasan Borobudur Jadi Penggerak Pengembangan wilayah Joglosemar

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko telah melakukan banyak perbaikan di area Taman Wisata Candi Borobudur dalam rangka mempersiapkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Tidak hanya PT TWC, Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan jalan. Wisatawan kini dapat melihat kemegahan Borobudur secara langsung.

Direktur TWC Borobudur, Edy Setijono turut menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Borobudur sebagai destinasi superprioritas menjadi penggerak untuk pengembangan wilayah Joglosemar. Tidak hanya kemanfaatan sosial dan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat secara ekonomi.

“Konsep sirkulasi pengunjung Candi Borobudur merupakan upaya agar peluang meningkatnya jumlah wisatawan dapat sejalan dengan quality tourism, yaitu wisatawan short learning (tidak membutuhkan pendalaman wawasan Borobudur), serta wisatawan depth learning (kelompok wisatawan yang berkepentingan tertentu sehingga mendapatkan akses naik ke bangunan candi secara terbatas),” jelas Edy Setijono pada acara seminar “Gen Posting: Pariwisata Borobudur Berkualitas dan Berkelanjutan” Sabtu (30/7) di Hotel Hyatt Yogyakarta.

Kridawisata Pendaftaran
Baca juga:  Menparekraf: Musik Dangdut Indonesia Berpotensi Mendunia seperti Kpop

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu menyatakan saat ini kita sedang berupaya untuk menciptakan legacy agar pariwisata bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

“Aspek keberlanjutan ini bukan hanya tentang lingkungan,tetapi juga menyangkut aspek sosial budaya, ekonomi, industri. Jadi bagaimana pariwisata ini bisa dinikmati manfaatnya oleh semua komponen masyarakat,” terang Vinsensius.

Selanjutnya, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan juga turut menyampaikan bahwa pengembangan wisata di sekitar Borobudur dilakukan dengan tujuan candi tetap lestari serta dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Pihak yang diizinkan naik ke candi harus menggunakan sandal upanat yang proses produksinya melibatkan masyarakat sekitar, sehingga sustainability-nya bisa dijalankan seiring dengan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat sekitar Borobudur,” tambahnya.

Baca juga:  Panitia Daerah Muktamar ke-34 NU Ucapkan Selamat Datang pada Para Muktamirin dan Muhibbin

Ketua DPD PUTRI DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, juga menyampaikan harapannya akan kolaborasi Yogyakarta dan Jawa Tengah, untuk bersama menjaga pariwisata Candi Borobudur yang tidak hanya berkualitas, tapi juga berkelanjutan. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY turut membantu promosi dan koordinasi pengembangan pemasaran pariwisata sesuai kebijakan Pemda setempat, serta koordinasi pemasaran lintas sektor untuk satu visi, terutama Borobudur yang berada di kawasan Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang).

Sekjen Badan Promosi Pariwisata DIY, Ayu Cornelia menyarankan perlunya pemetaan potensi yang ada di tiap daerah. Selain itu, langkah pemberdayaan dan penguatan masyarakat lokal dengan edukasi harus terus dikembangkan.

“Dengan begitu, tiga pilar strategi pariwisata yang dicetuskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yaitu invoasi,adaptasi, dan kolaborasi dapat terwujud apabila seluruh stakeholders dan masyarakat saling bahu membahu demi terwujudnya ekonomi berkelanjutan.(*ls/Bum/Ded)

Author

admintravel2lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-