• Menara Siger
Home Kabar Lampung, News Juniardi Kecam Intimidasi dan Arogansi terhadap Wartawan
Kabar LampungNews

Juniardi Kecam Intimidasi dan Arogansi terhadap Wartawan

WAKIL Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi mengecam aksi intimidasi dan arogansi tiga satpam Kantor BPN Kota Bandar Lampung, yang melarang dua wartawan melakukan liputan peristiwa hingga perampasan peralatan kerja Jurnalistik.

Juniardi menyebut aksi intimidasi terhadap wartawan dan perampasan alat kerja itu tidak hanya kriminal, tapi juga bertententangan dengan hukum dan hak asasi manusia (HAM).

“Aksi kekerasan intimidasi, melarang liputan, itu pidana, dan melanggar UU No.40 Tentang PERS,” tegas Juniardi, Senin (24/1).

Kridawisata Pendaftaran

Menurutnya, kekerasan yang dimaksud ialah yang diduga dilakukan tiga oknum petugas satpam terhadap dua wartawan saat meliput sekelompok masyarakat yang mempertanyakan lima tahun pengurusan sertifikat tanah yang tak kunjung rampung.

“Terlebih ini dilakukan oleh satpam, yang harusnya sudah bisa paham tetang kerja-kerja pers. Jangan-jangan satpam itu tidak pendidikan satpam, yang notabene dibawah naungan Polri,” katanya.

Baca juga:  Kementerian KKP Sukses Kawal Ekspor 1.000 Lintah Hidup ke Malaysia

Lanjutnya, wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat peliputan. Sebab, wartawan dilindungi undang-undang saat bekerja.

“Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan,” tegas Juniardi lagi.

Ia pun meminta Kementerian BPN melakukan evaluasi terhadap BPN Kota Bandar Lampung, yang kerap bermasalah. Sebab, sebagai badan publik yang melayani kepentingan publik soal pertanahan, BPN Kota Bandar Lampung justru terkesan menjadi sarang preman.

“Kita akan pelajari peristiwa yang terjadi, dan mengumpulkan bukti dan saksi untuk melaporkan kasusnya ke Polisi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua orang wartawan di Bandar Lampung mendapat intimidasi dari tiga oknum satpam di depan Kantor BPN Kota Bandar Lampung, Senin (24/1/2022). Keduanya itu merupakan jurnalis media Lampung Post dan Lampung TV.

Baca juga:  Peresmian GSG Arjuna di PKK Agro Park

Intimidasi itu berawal sekitar pukul 12.06 WIB, saat dua orang wartawan ingin meliput puluhan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang mendatangi kantor BPN Bandar Lampung, untuk mempertanyakan sertifikat yang di daftarkan sejak tahun 2017, namun sampai saat ini belum terbit.

Saat itu wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto dan Lampung Post Salda Andala mengambil gambar dari halaman saat puluhan Pokmas masuk kantor BPN. Tak lama berselang, tiga orang Satpam menghampiri dan ingin merampas hanphone dan handycam karena di larang untuk meliput.

Satu orang satpam wanita itu langsung merampas hingga handycam milik wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto mengalami error.

Begitupun satpam pria atas nama Haris Rusdi, ingin merampas hanphone milik wartawan Lampung Post Salda Andala dan memaksanya untuk menghapus hasil gambar.

Baca juga:  Gubernur: Pemprov Miliki Komitmen Tinggi untuk Tingkatkan Pembangunan Bidang Keagamaan

“Kita punya privasi pak, gak boleh asal-asal,” ujarnya satpam wanita tersebut.

Selanjutnya, Wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto mengatakan, tugasnya ke BPN ingin meliput untuk kepentingan publik.

“Gak bisa ini. Kami untuk kepentingan publik. Bukan untuk kepentingan pribadi. Gak bisa Mbak larang-larang,” ungkapnya.

Kemudian satpam pria atas nama Haris Wahyudi mengusir wartawan dan memerintahkan untuk menghapus gambar dan vidio yang di ambil sebelumnya.(her/ded)

Author

admintravel2lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-