• Menara Siger
Home Berita Nasional, News Kemendag Amankan Produk Hewan Olahan Impor Tidak Sesuai Ketentuan Senilai Rp120,5 Miliar
Berita NasionalNews

Kemendag Amankan Produk Hewan Olahan Impor Tidak Sesuai Ketentuan Senilai Rp120,5 Miliar

MENTERI Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) telah melakukan pengamanan atas produk hewan olahan asal impor (susu skim bubuk, keju, whey protein, dll.) sebanyak 2.735,3 ton dengan nilai sekitar Rp120,5 miliar.

Tindakan pengamanan tersebut merupakan temuan hasil pengawasan Kementerian Perdagangan di kawasan pergudangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mendag menyampaikan hal tersebut saat meninjau PT TK di Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (14/9). Menurutnya, hal ini merupakan bukti komitmen Kementerian Perdagangan dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap importir yang menyalahgunakan kebijakan pengawasan di luar kawasan pabean (post border).

Kridawisata Pendaftaran
Baca juga:  Mendag Ajak Mahasiswa Persiapkan Diri untuk Hadapi Persaingan

“Dari kegiatan pengawasan, ditemukan importir yang diduga melakukan pelanggaran terhadap Permendag Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor sebagaimana telah diubah dengan Permendag Nomor 25 Tahun 2022, yaitu melakukan importasi produk hewan olahan yang tidak disertai perizinan impor. Karena itu, importir dan barang impor tersebut dikenai sanksi sesuai ketentuan,” jelas Mendag dalam keterangannya, Rabu (14/9).

Mekanisme pengawasan post border dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Tata Niaga Impor setelah melalui Kawasan Pabean (Post Border) lewat pemeriksaan kesesuaian antara izin impor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor. Kegiatan ini dilakukan setelah barang ke luar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usaha dan investasi di Indonesia.

Baca juga:  Kementerian Kominfo Lakukan Pendalaman Dugaan Kebocoran Data Pelanggan Indihome

“Mekanisme post border bertujuan mempermudah para pelaku usaha dalam tata niaga impor. Namun, sebagai konsekuensinya, Kementerian Perdagangan akan memperketat pengawasan barang impor setelah melalui kawasan pabean sehingga kami mengharapkan kesadaran pelaku usaha untuk mematuhi peraturan yang berlaku, khususnya terkait dengan tata niaga impor,” ujar Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono menjelaskan langkah-langkah penegakan hukum melalui pengenaan sanksi dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan.

“Sebagai tindak lanjut, akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait dengan kegiatan importasi,” jelas Veri.(*ls/Dag/Jur/Ded)

Author

admintravel2lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-