• Menara Siger
Home Info Mengenal Ular Bersama Atrox Snake Lampung
Info

Mengenal Ular Bersama Atrox Snake Lampung

Hallo Sobat Travel2… Kali ini Travel2Lampung akan mengulik bagaimana cikal bakal terbentuknya Atrox Snake Lampung.

Komunitas para pecinta hewan khususnya reptile ini, dalam keseharianya melakukan pemeliharaan, konservasi, dan rescue atau penyelamatan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk usaha untuk melestarikan hewan melata ini.

Bicara mengenai reptile, tidak sembarang orang berani berurusan dengannya. Namun lain hal dengan relawan yang tergabung dalam komunitas Atrox Snake Lampung. Bagi mereka reptile merupakan makhluk hidup yang pantas dilestarikan.

Kridawisata Pendaftaran

Pendirinya, Subari (39) mengaku awalnya tidak berani. Ia dipaksa oleh seniornya untuk menampilkan atraksi ular disela atraksi pencak silat.

“Sebenernya dulu gak ada niatan terjun didunia reptile. Namun dulu saya pernah belajar pencak silat dan biasanya kalau pencak silat juga ada atraksi debusnya. Kemudian saya diutus sama senior untuk main uler. Harapanya, ya bisa untuk menambahkan atraksi gitu. Awalnya sih gak berani. Tapi gimana ya, uler langsung dilemparin ke saya. Jadi, ya harus berani. Karena terpaksa itulah, yang awalnya gak berani lama-lama ya berani beneran,” ucap Subari sembari mengenang kejadian di tahun 1994 hingga 1995.

Awalnya, ia mengikuti beberapa komunitas namun seringkali bubar di tengah jalan. Seiring berjalannya waktu, akhirnya pada tahun 2006, ia membuat sendiri komunitas yang dinamakan Atrox Snake Lampung.

Baca juga:  Sukses Berbisnis Homey Dress ala Rumah Daster Aura

Dalam perjalananya, komunitas tersebut fokus pada edukasi masyarakat, atraksi, serta konservasi hewan jenis reptile khususnya ular.

“Pengalaman Atrox Snake udah lumayan ya. Untuk atraksi, paling jauh Atrox Snake sudah pernah sampai Jambi. Kalau untuk edukasi, isi materi, ya ke sekolah, kampus, instansi pemerintah juga perusahaan swasta, dan ya sudah kemana-mana lah. Intinya sosialisasi, edukasi tentang ular ya. Seperti bahaya, penanganan ular, dan bagaimana cara menghindari ular,” tambah pria yang akrab disapa Bang Bari.

Dan dalam kiprah selanjutnya, Bari memaparkan bahwa sekitar tahun 2002 menjadi titik balik pandanganya mengenai edukasi tentang ular.

“Ternyata bukan hanya tentang atraksi ular, melainkan tentang cara pertolongan pertamanya, mengetahui kekuatan bisa ular dan pengetahuan ilmiah lainya tentang ular. Dari hal tersebut, saya kembali belajar untuk lebih menekuni bidang ini. Sehingga setelah Atrox Snake Lampung terbentuk, ketika ada panggilan sebagai narasumber tentang edukasi ular, ya kami sudah siap,” terangnya.

Selain atraksi dan edukasi, Atrox Snake Lampung juga dapat dipanggil untuk tindakan rescue atau penyelamatan. Dan hebatnya, komunitas ini tidak pernah memasang tarif.

Baca juga:  Badak Lampung FC, Klub Kebanggaan Warga Lampung

Bagi komunitas ini, rescue dianggap sebagai aktivitas sosial ke masyarakat. Namun lain hal ketika berbicara tentang edukasi atau saat diminta mengisi materi. Besaran tarifnya, semua kembali tergantung dengan permintaan yang datang.

Disinggung mengenai situasi di masa pandemi, Bari menjelaskan kegiatan untuk atraksi dan edukasi sementara terhenti. Namum kegiatan rescue tetap berjalan. Sambil berkelakar, ia mengatakan, ular masuk kerumah warga tidak kenal kompromi. Ular tidak mengenal yang namanya pandemi.

Komunitas yang lokasiย basechamp-nya barada di Jl. Dr. Harun III No.18, Kota Baru, Kec. Tj. Karang Timur,ย  Bandar Lampung ini juga pernah mendampingi ilmuan mancanegara asal Germany dan USA.

“Pernah, pengalaman kita untuk masalah di ular ini, ya gak mesti dari Lampung sendiri ya. Beberapa, ada temen dari UGM, dari LIPI pun pernah kesini. Bahkan dari luar negeri pun ada. Ada herpetologi dari Jerman. Dan yang terakhir, ada Profesor dari USA,” terangnya sambil menikmati kopi yang masih hangat.

“Kalau yang dari USA, ya dia ingin diantarkan untuk melihat secara langsung ular di habitatnya. Ya kita antarkan. Untuk yang herpetologi, kita pernah dibuatkan khusus seminar, agar mereka bertemu dengan temen-temen dari komunitas Atrox. Herpetologi sendiri itu lebih cenderung ke informasi. Jadi habitat ular ini ada gak disini. Ketika mereka menemukan ular disini, ya dibuatlah dokumen. Dan nantinya dibuat sebagai buku. Terkahir mereka buat buku itu, judulnya “The Snake of Sumatera”. Namun sayang, buku tersebut tidak beredar di Asia. Hanya di Eropa,” ungkap Bari diakhur wawancara.

Baca juga:  Selalu Ada Pengalaman Baru di Pasar Yosomulyo Pelangi

Gimana Sobat Travel2? Inspiratif sekali bukan?
Untuk info lebih jelas mengenai bagaimana penanganan terhadap ular, dan sebagainya kalian bisa langsung datang ke basechamp mereka. Bisa juga hubungi ke nomor 0815 4111 1513.ย  Yang terbiasa bermain sosmed, silahkan DM ke IG @atrox_snake atau @subari_21.

Pastinya, kapanpun dan dimanapun Sobat Travel2 berada, tetap wajib patuhi protokol kesehatan ya.

Tonton vidionya untuk mengetahui info lengkapnya๐Ÿ‘Œ. Salam sehat dan bahagia selalu… Sampaii Jumpaa…..(Rid/E1)

Author

admintravel2lampung

Join the Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-