Home Berita Nasional, News Menparekraf Tanam Mangrove pada Hari Pariwisata Dunia
Berita NasionalNews

Menparekraf Tanam Mangrove pada Hari Pariwisata Dunia

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan serah terima dan penanaman bibit mangrove di Taman Hutan Raya Bali Kawasan Perairan Tanjung Benoa, Bali, bertepatan pada Hari Pariwisata Dunia, Selasa (27/9). 

Penanaman ini merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf didukung oleh Gojek dan Jejak.in untuk merealisasikan penanaman 41 ribu bibit mangrove sebagai upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. 

“Kemenparekraf bekerja sama dengan mitra kita yaitu Gojek dan Jejak.in untuk menanam bibit mangrove sebagai upaya kita bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang salah satunya untuk mengatasi perubahan iklim,” kata Menparekraf Sandiaga Uno. 

Tas Delivery

Perubahan iklim telah menjadi isu dan perhatian penting bagi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. 

Baca juga:  Wamenparekraf Sampaikan Upaya Pemerintah Perkuat Ekosistem Pariwisata Pascapandemi

Sesuai ketetapan Paris Agreement (2015), semua negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam penurunan emisi termasuk melaksanakan, mengomunikasikan upaya ambisius, mitigasi, dan juga adaptasi yang ditetapkan secara nasional atau dikenal sebagai National Determined Contribution (NDC). 

Dampak perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang saat ini mencapai 80 persen dari total bencana yang terjadi di Indonesia, yang memicu risiko kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan dan lautan, kelangkaan pangan, dan penurunan kualitas kesehatan. 

Menurut Nature Climate Change pada 2018, pariwisata termasuk salah satu sektor paling polutan yang menyumbang 8 persen dari emisi global, di mana 49 persen disumbang oleh jasa transportasi. 

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 50 persen pada 2035 dan net zero emission pada 2050 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak termasuk sektor swasta. 

Baca juga:  Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Industri Hotel dan Resort Lakukan Misi Penjualan ke Australia

“Program ini kita harapkan dapat memvalidasi our net zero strategy yaitu net zero kita tahun 2035 untuk kita harus dapat mengurangi emisi karbon hingga 50 persen di sektor pariwisata dari 8 persen menjadi 4 persen. Dan di 2045 target kita ambisi sekali yaitu sektor pariwisata ini akan net zero,” kata Sandiaga.  

Di sisi lain, keberadaan mangrove juga menjadi destinasi wisata yang saat ini begitu diminati wisatawan. Karenanya program ini diharapkan juga dapat mendukung hadirnya destinasi-destinasi berbasis ekowisata. 

“(Wisata mangrove) Ini banyak permintaannya baik dari regional, dari Eropa, karena mereka bisa merasakan sensasi di tengah-tengah Mangrove itu kualitas oksigennya luar biasa jadi baik untuk kesehatan, bagus untuk lingkungan. Kami di Kemenparekraf juga akan mengembangkan wisata minat khusus ini agar semakin diminati wisatawan,” ujar Sandiaga.(*ls/Par/Ded)

Kabin Bagasi Koper Tas Travel Polo

Author

admintravel2lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

-Untuk kerjasama promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner, sponsored article, dan penayangan banner, silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com-