• Menara Siger
Home Kabar Lampung, News Pemprov Lampung Gelar Rakor Terkait Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku
Kabar LampungNews

Pemprov Lampung Gelar Rakor Terkait Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku

ASISTEN Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi memimpin  Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bertempat di Ruang Abung Balai Keratun, Kamis (19/5).

Kusnardi menjelaskan bahwa saat ini situasi penyebaran PMK secara nasional telah terkonfirmasi pada 70 kabupaten di 14 provinsi seluruh Indonesia.

Di Lampung, hingga saat ini telah ditemukan di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Tulang Bawang Barat (jumlah kasus 22 ekor di Desa Mulya Jaya, Kec. Gunung Agung),  Kabupaten Mesuji (jumlah kasus 18 ekor di Desa Hadi Mulyo, Kec. Way Serdang), dan Kabupaten Tulang Bawang (jumlah kasus 5 ekor di Desa Indah Jaya, Kec. Banjar Agung).

Kridawisata Pendaftaran

Menurut Kusnadi, di Provinsi Lampung ini, sampai dengan hari Kamis 19 Mei 2022 dari 47 ekor sapi sudah terkonfirmasi, yang sembuh 22 ekor dan mati 1 ekor.

Baca juga:  Pemprov Dorong Pertumbuhan Industri Pengolahan dan UMKM

“Bapak Ibu semua, dapat kita lihat, penyakit ini bukan penyakit lethal, penyakit yang membawa kematian. Ini bisa disembuhkan. Bukan juga penyakit yang bisa menular ke manusia,” lanjutnya.

Sementara, dalam menangani PMK, peternak melakukan beberapa hal untuk penyembuhan ternak yang terinfeksi, yaitu;  Melakukan isolasi dengan cara memisahkan ternak terinfeksi dan ternak sehat; Pemberian Antibiotik pada ternak terinfeksi; Pemberian Multi vitamin sebagai suplemen pada ternak terinfeksi; Melakukan pembersihan kandang menggunakan Disinfektan khusus yang digunakan dalam penganan PMK.

“Selain itu, pemerintah juga akan membentuk satuan tugas dan tim reaksi cepat pengendalian PMK di Provinsi Lampung, ” kata Kusnardi lagi.

Dalam kesempatan tersebut Ia juga mengimbau kepada daerah yang belum tertular agar mengambil tindakan, antara lain;  Meningkatkan pengawasan kesehatan hewan di sentra-sentra ruminansia;  Meningkatkan pengendalian lalu lintas produk hewan beresiko tinggi; Tidak merekomendasikan pemasukan ternak dari daerah wabah dan tidak menerbitkan SKK pada ternak yang hanya transit dan Mengoptimalkan fungsi peternakan, check point, Rumah Potong Hewan (RPH) untuk deteksi dini penyakit yang ada di wilayah masing-masing.

Baca juga:  Rapat Usulan Konektivitas Angkutan Penyeberangan antara Provinsi Lampung dan Babel

Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Lili Marwati, perwakilan Polda Lampung AKBP Ujang Supriyanto, Ditjek PKH Hasan Abd Sanyata
Kementan Drh. Akhir Santoso, Fakultas Pertanian Unila, Fakultas Pertanian TUBA, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Kepala BPBD, Kepala Dinas Perhubungan, Kadis Kominfo dan Statistik, Kasatpol PP, serta Karo Perekonomian.(*/Ded)

Author

admintravel2lampung

Join the Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-