ASISTEN Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung Qudratul Ichwan melakukan webinar bersama para kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung tentang strategi menghadapi ancaman terhadap Pancasila di era digital dan globalisasi, Kamis (18/11).
Pancasila sebagai filter bagi generasi penerus bangsa harus terus digaungkan ke generasi milenial sebagai penerus bangsa, kata Qudratul Ichwan di Ruang Abung Balai Keratun, Pemprov Lampung.
Hadir juga pada acara tersebut antara lain Kapolda Lampung, Komandan Korem 043 Garuda Hitam, Pejabat Administrator, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta se-Provinsi Lampung.
Dijelaskan Qudratul Ichwan, peran kepala sekolah dan guru dalam proses pendidikan menjadi sangat penting. Terutama pada era digital, internet of thing dan Revolusi Industri 4.0 dimana batas ruang dan waktu menjadi hilang.
“Pancasila harus menginjak bumi agar maknanya lebih mendalam. Membumikan Pancasila itulah tantangan menghadapi generasi milenial yang lebih mengenal gadget,” kata Qudratul Ichwan.
Menurutnya, derasnya arus globalisasi, rentan merusak jati diri bangsa. Jika tidak disaring melalui literasi media, informasi yang tidak valid tentu mudah merasuk sendi-sendi kehidupan.
“Informasi yang tidak benar atau disebut hoaks akan mencemari kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai penyaring dan penjaga kepribadian bangsa untuk membendung arus globalisasi tersebut,” kata Qudratul lagi.
Lanjutnya, masyarakat harus waspada dan berhati-hati menunduh dan menyebarkan berita yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya. Bijak dalam menggunakan media sosial. katanya.
Radikalisme dan terorisme juga sebagai ancaman kebhinekaan. Kelompok tersebut menghendaki perubahan secara ekstrem sesuai dengan kehendak pengikutnya.
“Saya berharap seluruh kepala SMA/SMK/SLB dapat mengikuti seminar dengan baik dalam upaya meningkatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan diharapkan mampu menjadi penangkal dari pengaruh kemajuan teknologi,” pungkasnya.(*ls/E1)






