• Menara Siger
Home Food & Drink Resign dari Perusahaan Swasta Sukses Menjalankan Usaha Cemilan
Food & Drink

Resign dari Perusahaan Swasta Sukses Menjalankan Usaha Cemilan

Usaha cemilan merupakan salah satu bentuk usaha yang cukup menggiurkan untuk dijalankan. Selain mudah dipelajari dan ditekuni, usaha ini bisa dijalankan dengan konsep industri rumahan skala kecil hingga skala besar. Usaha ini dapat dikatakan sebagai usaha yang menguntungkan. Pasalnya, banyak orang menggemari cemilan sebagai makanan ringan sehari-hari.

Nur Rohman (28) adalah salah satu contohnya. Pria ini banting setir dari pekerjaan mapannya di salah satu perusahaan gula terbesar yang ada di Lampung. Ia menjadi pelaku usaha cemilan keripik dan kelanting.

Ditemui Travel2Lampung sore hari di tokonya, ia menjelaskan awalnya usaha ini dijalani karena keadaan pada saat itu sedang menganggur setelah resign dari salah satu perusahaan swasta. Ia merasa, selama 2 tahun bekerja sebagai seorang staff di sana, tidak begitu cocok dengan aktifitas yang dijalankan.

Kridawisata Pendaftaran

“Jadi awal sebenernya gak sengaja gitu. Jadi, setelah keluar dari perusahaan, kebetulan orangtua punya usaha produksi klanting kembang dan klanting gelang di Pesawaran. Kebetulan kan hampir setiap bulan bahkan mungkin setiap minggu bisa kami bolak-balik bawa kendaraan. Tapi kok kosong gitu, kepikiran kok nganggur aja. Harusnya kan bisa dimanfaatkan. Awalnya coba bawa 1 bal, hanya 5 kg. Kami bawa ke sini. Dengan modal berani aja bawa barang dan coba tawarin barang ke pedagang di pasar. Alhamdulillahnya, ada yang cocok dan mau juga langsung pesan untuk 50 kg selanjutnya,” ucap Rohman sembari membuka obrolan.

Baca juga:  Yosh Milk Tea, Penyemangat Sebelum Beraktivitas

Setelahnya, ia dan sang istri berjualan di dekat Pasar Seputih Banyak. Mobil pun dijadikan tempat untuk berdagang.

“Besok paginya, saya dan istri langsung berjualan di pinggir Pasar Seputih Banyak. Kalau kata orang sini, ya kayak ngampas gitu. Bawa mobil di pinggir jalan, buka kap belakang. Udah, jualan disitu. Kebetulan saat itu tahun baru ya itu. Jadi momennya itu agak pas, dan omsetnya agak lumayan diawal kami buka itu. Jadi tambah semangatlah karena itu,” jelasnya.

Permintaan yang datang dari pedagang yang membeli secara grosir maupun eceran untuk berbagai macam cemilan, semakin banyak. Setelah kurang lebih 3 bulan berjualan di pinggir jalan pasar, akhirnya Rohman mencari toko untuk tempat usahanya. Toko tersebut diberi nama Pusat Cemilan dan Oleh-Oleh Hafshah Lampung. Tagline-nya “Menerima Grosir dan Eceran Langsung dari Pabrik”. Saat ini, sudah ada 30 macam jenis cemilan di tokonya. Khusus untuk eceran, sebagian sudah diberi label “Cemilan dan Oleh-Oleh Hafshah Lampung”.

Baca juga:  PMKM Prima Indonesia Bantu Anggotanya Tangani Perijinan, Pemasaran, dan Permodalan

“Untuk omset sih dari awal-awal, makanya saya bilang alhamdulillah, timing-nya itu pas. Jadi kalau kata guru saya itu, kunci keberhasilan itu ada dua. Pertama, berani. Yang kedua, timing-nya, atau kesempatanya itu harus pas. Jadi, kalau ada kesempatan itu, jangan pernah buang kesempatan itu. Karena kesuksesan itu melekat di dua itu. Berani dan ambil kesempatan. Pernah omset cuma jualan ini (red: kelanting) aja, itu sehari awal-awal itu bisa dapat 1 juta. Waktu itu sih segitu udah alhamdulillah. Ya, ditelateni aja,” jelas Rohman sembari bersyukur.

Ditanya tentang dampak pandemi covid-19, terkait omset yang didapat, pria berusia 28 tahun ini menjelaskan bahwa ia tidak begitu dapat membandingkan dampak sebelum atau sesudah adanya pandemi ini. Karena, awal ia rintis usaha ini, waktunya hampir berdekatan dengan masa awal pandemi yang melanda seantero penjuru dunia.

“Karena memang awal jualan saya ini memang dekat dengan covid mulai. Saya jualan akhir Desember 2019, kemudian Maret, covid mulai. Cuma kalau dari bayangan saya itu, kalau gak covid harusnya bisa mendapatkan omset yang lebih dari ini. Karena, misal pas lebaran dan masa libur banyak orang yang gak bisa pulang kampung. Karena kami bergerak di bidang cemilan dan oleh-oleh, ya jadi agak berkurang. Contoh terbaru, kemarin ini awal tahun baru 2021. Dan peraturan covid mulai agak longgar kan, jadi ada yang pulang kampung. Jadi, ya agak nambah lumayan omsetnya,” tambah Rohman kepada Travel2Lampung.

Baca juga:  Bersantap Sambil Bersantai di Waroeng D’joglo

Disinggung mengenai modal awal yang Ia cucurkan untuk merintis usaha cemilan ini, ia menyampaikan bahwa awal mulai hanya merogoh kocek Rp60 ribu. Kemudian, ia tambah lagi sekitar Rp1,2 juta untuk modal berikutnya.

“Harapan ke depan, yang pasti saya ingin punya beberapa cabang toko, ya. Itu harapan dari sisi bisnis. Karena sebenernya jauh di belakang itu saya punya visi. Visinya itu, ya mudah-mudahan dengan kami membuka banyak cabang toko itu, akan membantu UMKM Indonesia, khususnya di Lampung, punya gambaran pemasarannya harus keman. Dan kami bisa bantu jualkan gitu, melalui cabang-cabang toko kami nantinya ” pungkas Rohman mengakhiri wawancara.(Rid/E1)

Author

admintravel2lampung

Join the Conversation

  1. Pingback: smokeless coal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-Untuk kerjasama (promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner dan penayangan banner), silahkan hubungi e-mail: admin@travel2lampung.com atau WA: 08117230050-