DI Bandar Lampung ada salah satu tempat wisata yang sangat populer, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Namanya Bukit Sakura dan sering juga disebut sebagai Miniatur Jepang di Bandar Lampung.
Lokasinya berada di Jl. Melati Raya, Langkapura. Pengunjung yang datang kebanyakan anak muda rentang usia belasan hingga 20-an tahun. Mereka tertarik berkunjung karena sering melihatnya muncul di media sosial.
Dengan letak yang cukup strategis dan masih berada di dalam Kota Bandar Lampung, menjadikan tempat wisata ini sering kali ramai. Pengunjung dengan mudah menjangkaunya menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil. Bahkan, jika menggunakan aplikasi ojek atau taksi online sekalpun.
Untuk masuk ke Miniatur Jepang ini, pengunjung hanya perlu membeli tiket seharga Rp10.000 saja. Itupun sudah termasuk parkir kendaraan. Keamanannya juga cukup baik karena selalu ada petugas yang berjaga.
Bukit Sakura memiliki lahan seluas 3.500 meter persegi dan dirancang dengan nuansa ala Negeri Matahari Terbit. Pengunjung akan melihat banyak pohon sakura. Ada juga bangunan tradisional, kincir angin, bendera, serta berbagai ornamen dan dekorasi, yang membuat seolah sedang berada di Jepang.
Hampir semua sisi di Bukit Sakura bagus sekali dan aman untuk dijadikan spot berfoto. Selain latar belakang nuansa Jepang, ada juga pemandangan alam berupa bukit dan lembah yang indah.
Pengelola Bukit Sakura telah menyediakan fasilitas yang lengkap. Pengunjung dapat menikmati beragam wahana, seperti sky bridge misalnya. Demi kenyamanan, telah tersedia gazebo, kantin, dan mushola. Bagi yang ingin menginap, tersedia juga cottage dan rumah panggung.
Menariknya, selain berjalan-jalan sekeliling area, pengunjung juga dapat berkaraoke dan menyewa baju kimono, pakaian tradisional khas Jepang.
Setelah berkunjung, mereka biasanya membagikan pengalaman menyenangkan selama berada di sana. Bahkan, mereka akan datang kembali di lain waktu.
Penulis: Annisa Aprilia, M. Abel Piandra, Nida Suprianti, dan Widya lelawati (Mahasiswa D3 Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung)
Editor: E1






