KEBUN Jeruk Abang Ferel memiliki luas kurang lebih 3 hektar. Lokasinya terletak di Desa Batang Hari Ogan, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Kebun ini sudah ada sejak 2020 dan sudah mengalami 2 kali masa panen. Jenis buah yang ditanam adalah jenis BW dan Siam Madu. Keduanya dikenal sebagai jeruk manis.
Saat ditemui Travel2Lampung, Minggu (5/9), Pemilik Kebun Jeruk Abang Ferel, Zulkarnain menjelaskan tiket masuknya hanya Rp10.000 per orang. Pengunjung bebas membawa sendiri makanan, minuman atau lainnya. Tidak dibatasi waktu selama masih buka, yaitu dari jam 09.00 sampai 17.00 sore setiap harinya. Di dalam areal, boleh makan jeruk manis sepuasnya. Jika ingin dibawa pulang, cukup Rp10.000/kg.
Pengunjung biasanya datang bersama keluarga, teman-teman, kelompok ataupun perkumpulan. Kebanyakan berasal dari wilayah sekitar, seperti Metro, Bandar Jaya, Pringsewu, dan Bandar Lampung. .
“Di masa PPKM ini, agrowisata kebun jeruk harus memematuhi protokol kesehatan, seperti jangan terlalu berkumpul, harus jaga jarak, meggunakan masker dan patuhi apa yang di tentukan oleh pemerintah. Tempat cuci tangan, masker dan semuanya sudah tersedia di sini. Dan juga untuk pengunjung yang datang, jangan berkerumun. Dan, saya usahakan pengunjung harus berpisah karena agrowisata kebun jeruk ini memiliki luas kurang lebih 3 hektar,” kata Zulkarnain.
Buah jeruk manis dari Kebun Jeruk Abang Ferel tidak dijual ke pasar. Hanya untuk kegiatan agrowisata saja. Karena pengunjung cukup ramai, selama masa panen, buah jeruk akan habis dalam 1 bulan. Pada tahun 2021, kebun jeruk ini mulai buka Agustus lalu.
Buat Sobat Travel2Lampung yang ingin bertanya-tanya dulu tentang Kebun Jeruk Abang Ferel, bisa menghubungi whatsapp di nomor 0895635614332.
Oke Guys, jangan lupa selalu update informasi seputar pariwisata dan UMKM Lampung dengan cara subcribe Ch. Youtube: Travel2lampung dan selalu baca artikel Travel2Lampung.com. Dan ingat, selalu patuhi protokol kesehatan.(Cho/Ded/E1)






